MASALAH EKONOMI & KAITANNYA DENGAN KELANGKAAN KEBUTUHAN MANUSIA

A. Masalah Ekonomi

Para ahli mengartikan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki harapan, semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak terkabul. Hal tersebut yang biasanya akan menimbulkan masalah.

Begitu juga secara ekonomi. Manusia secara alami memiliki banyak sekali kebutuhan yang harus dipenuhi, namun di sisi lain alat pemuas kebutuhan tersebut sangat terbatas. Dari kesenjangan itulah kemudian timbul masalah ekonomi

Masalah ekonomi adalah kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas.

Tidak setiap masalah berdampak negatif bagi kita. Masalah ekonomi memacu kita untuk dapat menyelesaikannya dan mendorong untuk memanfaatkan seluruh potensi diri dan lingkungannya. Hal ini yang akan membawa bangsa kita pada kemajuan. Walaupun demikian, jika kita salah memanfaatkan seluruh potensi tersebut, hal itu dapat juga membawa ke arah kehancuran.

Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas

Keinginan dan kebutuhan kadang disamakan pengertiannya, padahal sesungguhnya ada perbedaan mendasar yang membedakan antara kedua hal tersebut. Keinginan adalah hasrat dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi tidak memengaruhi kelangsungan hidupnya, sedangkan kebutuhan adalah hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi dapat memengaruhi kelangsungan hidupnya. Namun dalam pembahasan ini kita akan menggunakan istilah kebutuhan untuk kedua hal tersebut.

B. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut.

  1. Sifat alami manusia
    Sudah menjadi sifat alami manusia untuk tidak cepat puas pada segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Ketika sudah mendapatkan sesuatu maka
    akan muncul kebutuhan lainnya seiring dengan situasi dan kondisi.
  2. Tingkat pendapatan
    Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang semakin banyak kebutuhan hidupnya. Misalnya, kebutuhan seorang pengusaha kaya berbeda dengan kebutuhan para karyawannya.
  3. Lingkungan Alam
    Untuk dapat bertahan hidup maka manusia selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dan kebutuhan hidupnya dengan keadaan alam sekitarnya. Kebutuhan hidup di daerah dingin akan berbeda dibandingkan dengan kebutuhan hidup di daerah tropis, baik dari segi makanan, pakaian maupun perumahan.
  4. Lingkungan sosial
    Secara naluriah manusia mempunyai kebiasaan meniru tingkah laku orang lain sehingga jumlah dan jenis kebutuhan hidupnya juga akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Seseorang yang tinggal di lingkungan ekonomi tinggi akan terpacu dirinya untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungan sosialnya.
  5. Kemajuan teknologi informasi
    Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan kepada seseorang untuk mendapatkan informasi sekaligus membeli suatu barang. Hal tersebut dapat mendorong bertambahnya kebutuhan seseorang.
  6. Agama dan kepercayaan
    Perbedaan agama dan kepercayaan yang dianut seseorang mengakibatkan timbulnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda sesuai
    dengan norma agama yang dianutnya.
  7. Akulturasi budaya
    Kebudayaan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan hidup seseorang baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan yang datangnya dari luar. Hal ini menyebabkan terbentuknya pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda yang akan menimbulkan berbagai macam kebutuhan.
  8. Perdagangan internasional
    Adanya perdagangan internasional menimbulkan terjadinya aliran
    barang dari luar negeri yang dapat mendorong peningkatan kebutuhan
    hidup.
C. Macam-macam Kebutuhan Manusia
  1. Kebutuhan Menurut Kegunaannya
    • Kebutuhan Primer
      Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan manusia. contoh : makan, minum, pakaian, rumah, dll.
    • Kebutuhan Sekunder
      Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup. Misalnya, telepon dan sarana angkutan.
    • Kebutuhan Tertier
      Kebutuhan tertier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung ditujukan untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat.
  2. Kebutuhan Menurut Waktu
    • Kebutuhan Sekarang
      Kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang, tidak dapat ditunda.
    • Kebutuhan Masa Depan
      Kebutuhan yang dapat dipenuhi di kemudian hari dan dapat dtunda karna sifatnya tidak mendesak.
  3. Kebutuhan Menurut Sifat
    • Kebutuhan Jasmani
      Kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani/fisik.
    • Kebutuhan Rohani
      Kebutuhan yang bersifat rohani/non fisik dan berhubungan dengan jiwa manusia.
  4. Kebutuhan Menurut Subjek
    • Kebutuhan Individu
      Kebutuhan untuk perseorangan.
    • Kebutuhan Kolektif
      Kebutuhan untuk satu kelompok (lebih dari 2 orang.
D. Alat Pemuas Kebutuhan
  1. Jenis-Jenis Barang
    • Jenis-jenis barang menurut cara memperolehnya
      1. Barang Ekonomis
        Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu yang biasanya berupa uang.
      2. Barang Bebas
        Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja alam.
      3. Barang illith
        Barang illith adalah barang yang dibutuhkan tapi jika barangini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan berbahaya.
    • Jenis-jenis barang menurut kegunaannya
      1. Barang Konsumsi
        Barang konsumsi adalah barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya, makanan, minuman, dan pakaian.
      2. Barang Produksi
        Barang produksi adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi merupakan istilah lain dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.
    • Jenis-jenis barang menurut proses produksinya
      1. Barang Mentah
        Barang mentah adalah bahan dasar untuk membuat barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses pengolahan. Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.
      2. Barang Setengah Jadi
        Barang setengah jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya, kain untuk membuat pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, dan terigu untuk membuat kue.
      3. Barang Jadi
        Barang jadi merupakan produk akhir yang telah melalui proses pengolahan dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi sampai menjadi barang yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.
    • Jenis-jenis barang menurut hubungannya dengan barang lain Kegunaan Barang
      1. Barang substitusi
        Barang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling menggantikan. Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar.
      2. Barang komplementer
        Barang komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat apabila dipakai bersama-sama dengan benda yang lain. Misalnya, mobil dengan bensin, jarum dengan benang, dan kompor dengan minyak tanah.
  2. Kegunaan Barang
    Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas (utility).
    Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.
    • Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
      Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.
    • Kegunaan bentuk (Form utility)
      Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya. Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya menjadi kursi.
    • Kegunaan waktu (Time utility)
      Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan dan payung berguna pada saat musim hujan.
    • Kegunaan tempat (Place utility)
      Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.
    • Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)
      Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi seorang dokter.
E. Sumber Daya

Macam-macam Sumber Daya

  • Sumber daya alam
    Sumber daya alam adalah segala yang ada di alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alam adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan yang akan membawa manfaat besar jika dikelola secara bijaksana.
  • Sumber Daya manusia
    Sumber daya manusia yang berkualitas harus memenuhi unsur-unsur seperti berikut :
    1. Akhlak yang baik
      Akhlak yang baik dapat mendasari segala tingkah laku manusia untuk senantiasa melakukan yang terbaik, jujur, adil, serta berusaha untuk tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Sehingga keberadaannya akan selalu berguna dan tidak sia-sia.
    2. Keahlian
      Manusia yang memiliki keahlian akan dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target yang telah ditentukan baik dalam segi waktu maupun kualitas. Jadi, manusia yang mempunyai keahlian akan sangat berguna untuk dapat menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas.
    3. Kekuatan fisik
      Kekuatan fisik manusia akan sangat berguna jika diarahkan pada hal-hal yang positif.
  • Sumber Daya Modal
    Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin, tanah, informasi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan macam-macam modal berikut ini.
  1. Modal menurut pemiliknya
    • Modal perseorangan, artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.
    • Modal masyarakat, artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.
  2. Modal menurut wujudnya
    • Konkret, artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.
    • Abstrak, artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.
  3. Modal menurut bentuknya
    • Uang, artinya modal berupa dana.
    • Barang, artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.
  4. Modal menurut sifatnya
    • Modal tetap, artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.
    • Modal lancar, artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.
  5. Modal menurut sumbernya
    • Modal sendiri, artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.
    • Modal pinjaman, artinya modal pinjaman dari pihak lain.
F. Masalah Pokok Ekonomi

Sumber daya yang terbatas menimbulkan paling sedikit tiga masalah pokok dalam perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi. Tiga masalah pokok tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi (WHAT)
    Masalah pokok ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya adalah barang apa yang akan diproduksi? Barang primer, sekunder, tertier
    atau ketiganya? Mana yang paling dibutuhkan? Berapa banyak dari masing-masing barang tersebut diproduksi? Dengan sumber daya yang tersedia produsen harus mampu memutuskan penggunaan barang tersebut untuk sumber daya. Misalnya terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah tersebut? Apakah untuk bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan yang tepat dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dan menekan sedikit kemungkinan timbulnya masalah baru.
  2. Bagaimana cara memproduksi (HOW)
    Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu engombinasikannya
    bahkan sampai kepada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi.
  3. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan for (WHO)
    Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil? Apakah
    proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa
    barang dan jasa diproduksi.

– Guru dari Buku –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.